Sistem produksi PT. Coca Cola Company

Sistem produksi PT. Coca Cola Company


RUANG LINGKUP USAHA

Coca-cola Company adalah perusahaan yang telah berhasil menjadi global dalam dua hal yaitu dalam hal visi dan skala operasi, yang dikelola berdasarkan penguasaan pasar lokal. Daerah operasinya meliputi 200 negara dan mengendalikan 47 persen pangsa pasar soft drinks yang dikonsumsi seluruh dunia dengan angka konsumsi sebesar 1,06 juta per hari di seluruh Dunia. Coca Cola adalah contoh merk yang sangat dominan di dunia. Dan Coca-cola Company sudah dan masih memanage minuman  soda pop wilayah Indonesia dan  Filipina  dengan selera  lokal  (The  Wall Street Journal 1989).

PENGEMBANGAN STRATEGI

Perusahaan Coca-cola dalam mengembangkan strategi perusahaanya melalui langkah-langkah berikut ini:

1.    Melakukan Analisis SWOT

Kekuatan (Strengths-S)
  • Menguasai pangsa pasar dunia
  • Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
  • Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
  • Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
  • Perusahaan minuman terbesar sedunia
  • Sebagai inovator dalam industri soft drink
  • Melakukan bottling investment dengan beberapa investe



Kelemahan (Weaknesses-W)
  • Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
  • Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain
  • Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada  sangat baik
  • Coca-cola memenangkan pengahargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif
  • Per. Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia memiliki divisi di beberapa negara
  • Memiliki seni dalam kegiatan marketing
  • Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan Nomor 1 dalam penjualan minuman teh dan kopi
  • Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
  • Memiliki social responsibilities yang sangat baik
  • Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion


Peluang (Opportunities-O)
  • Meningkatnya gayhidup beberap konsumen akasoftdrink
  • Pendistribusian produk yang mudake berbagai daerakarena luasnyjaringan
  • Kerjasama dengaberbagai pihak
  • Pengembangan produk baru jeni makanan
  • Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat

  Ancaman (Threats-T)
  • Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi
  • Invasi AS ke Irakyang mempengaruhipenjualan coca-cola
  • Tingginya harga bahan mentah
  • Kesulitan mengaturseluruh anakperusahaan sedunia



2. Menentukan strategi
Strategi yang diterapkan oleh perusahaan Coca-cola berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

Strategi SO
  • Meningkatkan jumlah produk dan didistribusikan ke banyak daerah
  • Memperbanyak iklan dari situs web
  • Memproduksi jenis produk makanan

Strategi WO
  • Mulai melayanidaerah-daerah yangkiranya kurang mendapatpendistribusian dariproduk
  • Memakai iklan di situsweb untukmemperkenalkan jenisproduk baru
  • Meningkatkan kerjasama dengan marketplacuntuk meningkatkanpendistribusiaan produknya



Strategi ST
  • Meningkatkan distribusi produk ke banyak daerah
  • Meningkatkan jumlah penjualan di daerah yang tidak ditentang
  • Mencari pemasok yang menawarkan harga terendah untuk bahanmentah
  • Memperbaiki sistemkinerja manajemen dankaryawan di perusahaan
  • Memperbanyak iklandi situs web
  • Memperluas segmenpasar pada konsumenyang tidak anti-Amerika

Strategi WO
  • Mulai melayani daerah-daerah yang kiranya kurang mendapat pendistribusian dari produk
  • Memakai iklan di situs web untuk memperkenalkan jenis produk baru
  • Meningkatkan kerja sama dengan marketplace untuk meningkatkan pendistribusiaanproduknya

Strategi ST
  • Meningkatkan distribusi produk ke banyak daerah
  • Meningkatkan jumlah penjualan di daerah yang tidak ditentang
  • Mencari pemasok yang menawarkan harga terendah untuk bahanmentah
  • Memperbaiki sistemkinerja manajemen dan karyawan di perusahaan
  • Memperbanyak iklandi situs web
  • Memperluas segmenpasar pada konsumen yang tidak anti-Amerika


Strategi WT
  • Tidak mejual pada negara yang memberlakukan peraturan melarang penjualan coca-cola
  • Memperbanyak minuman yang tidak berkabonasi


3. Mengenal dan menjalankan faktor penentu keberhasilan.

  • Merek Coca-cola sudah dikenal masyarakat seluruh dunia lebih dari 1 abad.
  • Coca-cola sudah beroperasi hingga lebih dari 200 negara.
  • Memiliki 400 buah nerek yang terdiri dari lebih dari 2600 produk minuman.
  • Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.
  • Sebagai inovator dalam industri soft drink.
  • Melakukan bottling investment dengan beberapa investee.
  • Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik.
  • Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia.
  • Memiliki divisi di beberapa Negara.
  • Kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif.
  • Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
  • Memiliki social responsibilities yang sangat baik
  • Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan
  • Operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion.
  • Meningkatnya gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
  • Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya
  • Kerjasama dengan berbagai pihak
  • Pengembangan produk baru jenis makanan
  • Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat

4.Perawatan Fasilitas Produksi
Sistem Maintenance

Maintenance di PT Coca-cola dibagi dalam 2 bagian, yaitu maintenace umum, dan maintenance produksi. Untuk maintenance umum tugasnya melakukan maintenance untuk benda-benda non mesin, seperti gedung, alat-alat transportasi, dll. Sedangkan pada maintenance produksi tugasnya melakukan maintenance mesin-mesin, sarana listrik, air yang digunakan dalam proses produksi.

Maintenance mesin dilakukan dalam 3 tahap, yaitu daily preventive maintenance, weekly preventive maintenance, dan monthly preventive maintenance. Program maintenance dilakukan oleh dilakukan oleh ME Dept. dan Produksi Dept. Dalam hal ini Produksi Dept. hanya melakukan cleaning dan small repair maintenance yang rutin dan terjadwal. Sedangkan semua kegiatan program maintenance dilakukan oleh ME Dept. seperti preventive maintenance, corrective maintenance dan breakdown maintenance.



  • Proses Produksi Secara Umum

Dalam proses produksi minuman ringan di PT.CCBI-Central Java terdapat beberapa tahapan/proses sebelum produk jadi berupa carbonated soft drink sampai ke tangan konsumen. Selain itu, proses produksi minuman ringan ini menggunakan bahan baku pilihan yang berkualitas tinggi. Pada dasarnya produksi minuman ringan di PT.CCBI-Central Java dibagi menjadi empat tahapan proses produksi, yaitu :
1. Pengolahan air
2. Pembuatan sirup
3. Pencampuran (mixing)
4. Pembotolan (filling)

5.Manajemen Pemasaran

Coca-Cola memiliki beberapa program untuk mendukung penjualan dan pemasaran produk-produknya. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, yaitu:

- ProgramPromosi
Mereka mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk.

- LayananKonsumen
Di Coca-Cola, Customer Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan, didesain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-menerus terhadap produk-produk Coca-Cola dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh pelanggan berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing

- AreaMarketingContractor
Terbatasnya sumberdaya dan kemampuan untuk melakukan pengembangan daerah tertentu, sekaligus komitmen untuk menciptakan peluang kerja yang luas di sektor informal, mendorong Coca-Cola untuk secara serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan Distribusi Tak Langsung (Indirect Distribution) berbasis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Sistem Distribusi ini mengandalkan dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street Vending.

- Layanan ProdukPendingin
Riset membuktikan bahwa 90% konsumen Coc-Cola ebih menyukai membeli produk dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan bahwa peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong tingkat keuntungan para pelanggan.

- HoReCa
Dengan bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Café ternama, Coca-Cola memberikan beragam penawaran menarik melalui program HoReCa ini

6. Pemasaran Coca Cola Di Indonesia

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.

Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan.

Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca-Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.

Coca-Cola Bottling Indonesia memproduksi merek-merek inti seperti Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan Frestea di dalam pabrik-pabriknya yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk menjaga agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan standar, kami menerapkan dengan ketat proses produksi yang diakui secara internasional.

Pemberian kode-kode pada setiap produk merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses. Dengan kode-kode itu kami menjaga agar para pelanggan mendapatkan minuman kami dalam rasanya yang terbaik.

Setiap kode menunjukkan keterangan-keterangan tertentu tentang produk tersebut. Ada kode yang menunjukkan keterangan tentang tanggal pembuatan.

Ada kode yang lebih rumit, terdiri atas huruf dan angka yang menunjukkan hari, bulan, shift, dan pabrik tempat minuman tersebut dibuat. Ada lagi yang tidak tampak pada kemasan karena tinta yang digunakan hanya dapat dibaca dengan teknologi khusus.

Semua itu menunjukkan komitment kami untuk memastikan bahwa teknologi, sumber daya manusia maupun material yang kami pergunakan, semuanya tertuju untuk kepuasan para pelanggan dan konsumen kami.

Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia.

Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat.

Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu.

Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia.

Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi, pemasaran, distribusi, keuangan, layanan pelanggan dan konsumen, bekerja keras untuk mengembangkan praktek-praktek yang terbaik di industri minuman.

The Coca-Cola Quality System merupakan landasan kebijakan perusahaan terhadap pengawasan mutu – yang memotivasi untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Industri makanan dan minuman.

Coca-Cola memiliki Consumer Response Teams dan program-program yang dilaksanakan di semua area operasi di seluruh Indonesia untuk menampung setiap masukan yang disampaikan oleh para konsumen dan pelanggan, yang kemudian meneruskan masukan tersebut kepada pihak-pihak yang tepat di dalam perusahaan untuk menjamin bahwa standar kualitas kami yang tinggi tetap terjaga.



(Di akses pada tanggal 8 November 2017)

(Di akses pada tanggal 8 November 2017)

http://marisha-rachmawati.blogspot.co.id/2010/04/analisis-strategi-pemasaran-pt-coca.html
(Diakses pada tanggal 8 November 2017)

(Di akses pada tanggal 8 November 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5P dan 7P dalam bauran pemasaran

Bisnis Internasional